Difi menjelaskan, untuk menjadi seperti bank konvensional modal yang harus disiapkan perbankan syariah adalah untuk melengkapi fasilitas layanan. Sebut saja, mesin ATM yang tersebar secara luas, termasuk kemudahan transaksi melalui internet banking, dan mobile banking.
Sebenarnya, konsumen mau masuk ke bank syariah tetapi mereka menuntut adanya fasilitas servis dan kemudahan yang sama dengan bank konvensional, dan itu butuh IT dan modal yang besar,”imbuhnya.
Kepala Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Jatim, Taufik Saleh menambahkan, BI meyakini perbankan syariah maish punya kesempatan untuk tumbuh dengan baik apalagi di Jatim memiliki 6.003 pesantren dan 965.646 santri, serta 9 bank umum syariah, 89 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), 2 modal ventura syariah, Pegadaian Syariah dan 2 leasing syariah.












