“Sejak 2020 setiap tahun memang kami memasang baliho tersebut, karena bulan Mei adalah bulan berbahagia bagi masyarakat Surabaya, karena di kota ini banyak keteladanan tentang makna kepahlawanan anak bangsa, ” ujarnya.
Namun, Toni langsung tersenyum saat ditanya perihal pemasangan baliho sebagai bentuk persiapan untuk pilwali.
Toni pun dengan sigap menjelaskan bahwa semua itu tergantung dari sudut mana melihat pemasangan baliho tersebut, dan masyarakat bebas mengartikan apapun tujuan tersebut, namun bagi dirinya pemasangan baliho Golkar tersebut adalah salah satu bentuk kebahagiaan Partai Golkar kota Surabaya karena hingga saat ini masih diberikan kesempatan warga Surabaya dalam Pemilu untuk terus melayani warga Surabaya.
“Bulan Mei bulan kebahagiaan warga Surabaya, mari kita gunakan untuk evaluasi apa yang kurang, dan aksi kedepan untuk terus membawa kota Surabaya yang kita cintai ini semakin maju dimasa yang akan datang, ” paparnya.
Ketika disinggung apakah pemasangan puluhan baliho tersebut sebagai wujud keseriusan dalam menyongsong Pilwali mendatang, Toni pun mengatakan bahwa sebagai kader Partai yang telah mendapatkan penugasan dari DPP Partai Golkar untuk maju dalam Pilwali tugasnya hanyalah bekerja untuk terus menaikkan elektabilitas, baik melalui serangkaian pertemuan dengan masyarakat maupun menyapa masyarakat melalui media sosial dan alat peraga komunikasi yang lain.












