“Sampai saat ini kami terus berupaya memberikan bantuan kepada warga. Tidak hanya dengan mengoptimalkan tangki-tangki milik kecamatan, kami juga berupaya mencari bantuan dari pihak swasta dan instansi lainnya,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo menerangkan, setelah anggaran droping air bersih yang dialokasikan BPBD habis, pihaknya baru meminta bupati menetapkan status siaga darurat kekeringan. Baru kemudian pihaknya akan meminta bantuan ke BNPB.
“Dokumennya sudah siap semua, tetapi (bupati) memang belum mengeluarkan status terbaru. Mungkin karena anggaran kita untuk droping air masih mencukupi,” ucapnya.












