Dia menyontohkan ada sekolah penerbangan yang hanya memiliki satu pesawat terbang sehingga jam terbang siswa calon pilot kurang, sehingga saat lulus tak memiliki kompetensi yang memadai. Padahal idealnya sekolah setidaknya harus memiliki empat pesawat untuk digunakan melatih siswa terbang.
“Tanpa bermaksud ingin menyalahkan siapa-siapa sebaiknya sekolah penerbangan sebanyak itu dimerjer saja menjadi hanya 10 misalnya, agar tak mudah meluluskan siswa menjadi pilot,” katanya.
Dia sudah minta Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk segera melakukan merger sekolah penerbangan yang ada saat ini. Hal itu agar tak mudah meluluskan siswa menjadi pilot.











