“Mau tidak mau, suka tidak suka, kami PDI Perjuangan ke depan adalah partainya wong cilik. Kami kembali pada jatidiri tidak akan meninggalkan, merobah apapun ke depan, kami PDI Perjuangan adalah partai wong cilik,” tegas Buya Said.
“Makanya PDI Perjuangan ke depan akan memperjuangkan arus yang tingkat kemiskinan ke bawah dan miskin ekstrem, baik di DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota, dan para bupati/walikota dari PDI Perjuangan,” imbuhnya.
Pada moment ramadhan ini, lanjut Buya Said pihaknya ingin menjadikan starting poin bagi PDI Perjuangan untuk lebih memperhatikan wong cilik khususnya kepada anak-anak yatim dan para janda.
“Bulan puasa itu bulan penuh maghfiroh, kita berbuat sesuatu kebaikan lebih lebih kepada anak yatim dan para janda. Itukan kewajiban kita semua. Keterlaluan sih kalau partai wong cilik sampai melupakan anak yatim dan para ibu janda,” ungkapnya.
Masih di tempat yang sama, KH Muhammad Imam Hambali dalam tausyiahnya sangat mengapresiasi PDI Perjuangan yang mau memberikan santunan kepada anak yatim dan para janda khususnya di bulan ramadhan.
“InsyaAllah, PDI Perjuangan tidak akan bangkrut karena suka menyantuni anak yatim dan pada janda. Ini sesuai nash Al Qur’an, barangsiapa yang mau bersyukur maka Allah akan menambah dan melipatgandakan nikmat yang akan diberikan kepada orang-orang yang mau bersyukur,” pungkas Kiai Imam Hambali.












