‘’Untuk itu, penyerapan anggaran harus ditingkatkan, agar berbagai program yang diperuntukkan untuk rakyat benar-benar bisa berjalan maksimal dan mampu menjadi pengungkit perekonomian di Jatim,’’tegas Pria yang juga Ketua DPW PKB Jatim.
Dijabarkannya jika dalam P. APBD Jatim 2017 ini untuk Pendapatan Daerah sebesar Rp.29,2 Triliun, sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp.30,7 Triliun rupiah. Artinya terdapat defisit anggaran sebesar Rp.1,5 Triliun yang ditutup dari pembiayaan netto.












