Kata Fahrul, secara politik kami membacanya berbeda. “Saya kira, Pak Prabowo menginginkan arus dukungan besar Khofifah effect di Jatim itu bisa disekrupkan dengan kepentingan beliau dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan.
Yang jelas undangan Prabowo Subianto, kepada Khofifah Indar Parawansa yang dikemas sebagai silaturahmi kebangsaan itu, tidak sekadar ungkapan apresiasi dan terima kasih kepada Jatim di Pilpres 2024 kemarin namun lebih dari itu.
Yang terpenting adalah proses pembangunan Indonesia yang dituangkan dalam program kerja bisa dilaksanakan secara lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan.
“Saya memprediksi di sana terjadi pembicaraan serius akan masa depan bangsa, masa depan IKN dan kelanjutan estafet kepemimpinan di Provinsi Jatim,” ujar Fahrul menyudahi.
Menurut Fahrul, duet Khofifah-Emil, sangat berhasil di Jawa Timur, bagaimana duet ini telah sukses menurunkan angka kemiskinan ekstrem, mendongkrak produksi pertanian, ketahanan pangan serta hilirisasi yang telah dimulai di Jawa Timur.
Di akhir wawancara Fahrul, bahkan mencatat yang terpenting dari kelangsungan pembangunan di Indonesia adalah bagaimana Jawa Timur memiliki peran besar dalam pergeseran orang dan barang ke IKN.
“Tentu pilihannya adalah Kota Metropolis di Jawa Timur ini, program keberlanjutan Ibu Kota Nusantara bisa lancar dan aman,” pungkas pengamat politik yang akrab dengan wartawan ini.











