Menurutnya, banyak banyak gula petani karena sampai ini berada di gudang lantaran belum juga laku terjual.
“Gula petani saat ini tidak laku karena banyaknya impor gula, baik gula impor untuk konsumsi maupun gula rafinasi yang merembes ke pasar. Harga gula merosot tajam rata-rata Rp 9.000-9.500/kg, jauh dibandingkan tahun 2016 yang rata-rata Rp 11.000-11.500/kg,” kata Soemitro.
Menurut dia, harga pasaran saat ini terbilang rendah dan membuat petani merugi lantaran harga pokok produksi gula sendiri saat ini berkisar Rp 10.600/kg.
Biaya produksi yang tinggi disebabkan pula karena tingkat rendemen yang rendah dari pabrik-pabrik gula BUMN. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan menetapkan harga acuan gula petani atau HPP Rp 9.100/kg.











