Menurutnya, culture masyarakat Jawa Timur sangat cocok untuk penerapan ekonomi syariah. Sekitar 90 persen dari penduduk Jawa Timur adalah muslim. “Culture Jawa Timur berbeda dengan daerah lain. Apabila dijadikan pilot project akan sangat tepat. Ada lebih sekitar enam ribu pondok pesantren (Ponpes) ada di Jawa Timur yang siap untuk mendukung sistem perbankan ekonomi syariah,” ungkapnya.
Pakde Karwo sapaan akrabnya menuturkan sistem ekonomi syariah faktor utamanya adalah masalah kepercayaan. dengan sistem kepercayaan yang bagus dibangun melalui Ponpes serta diberikan pelayanan yang bagus, perbankan syariah akan berjalan dan berkembang sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala Departemen Riset Kebanksentralan BI menuturkan Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia sudah dirancang dan dipersiapkan selama dua tahun. Hal yang membuat tersusunnya buku agak lama dikarenakan penulis harus mengumpulkan semua narasumber yang menjadi pelaku dan pendiri perbankan syariah di Indonesia.”Dengan keyakinan dan berbagai faktor serta kendala tidak mengurangi semangat untuk memperjuangkan sistem ekonomi yang berbasis syariah,” ungkapnya












