“Masing-masing desa dikirim dua kali dalam sepekan,” ungkap Budiono.
Dalam sepekan, sambung dia, setiap desa mendapat delapan tangki atau sekitar 48.000 liter air bersih. Air yang dikirim hanya untuk kebutuhan air minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, masyarakat menggunakan air yang tersisa di sungai desa setempat.












