“Tim saya yang memasang bendera itu. Nah karena takut menyalahi aturan disana, maka saya datangi untuk minta maaf,” kata Renville.
Namun saat bertemu dengan sang aparat desa, renville justru dibuat terkejut karena mereka malah mengaku senang, sebab warga sekitar justru berharap bisa bertemu dengannya, “Saya kaget bukannya dimarahi, mereka bilang senang. ternyata Demokrat masih ada. bahkan para toko masyarakatnya ingin bertemu dengan saya,” lanjutnya.
singkat cerita Renville lantas bertemu dengan para tokoh masyarakat di desa tersebut, Renville makin kaget sebab mereka mengaku ingin bisa kembali mendapatkan kemudahan seperti jaman SBY menjadi Presiden, “Ya Sejak kami memasang bendera , baliho dan iklan-iklan di Radio, masyarakat mulai merasakan kehadiran Partai Demokrat. Nah dalam pertemuan itu mereka bilang mereka kaget begitu kita pasang bendera besar mereka bertanya Demokrat tasih enten (Demokrat masih ada)? Begitu atribut kami hadir di tempat yang bukannya masyarakatnya terisolir, tapi mungkin jarang keluar , mereka ingat Pak SBY, ingat wakktu Demokrat ada di pemerintahan,” tutur Renville.












