Mia juga menjelaskan berbagai strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang dilakukan sejak anak usia dini. Salah satunya adalah dengan Wisata Buku. Program ini mengenalkan perpustakaan ke anak-anak dengan image baru.

Lewat dua perpustakaan yang dikelola pemkot, yaitu Perpustakaan di Balai Pemuda dan Perpustakaan di Rungkut Asri Tengah, anak-anak bisa mengakses berbagai kegiatan menarik, mulai dari mendapatkan informasi, pendidikan, hingga wisata ini sekaligus. “Kalau ngomong perpustakaan, nggak hanya membayangkan rak buku. Namun, kita juga kemas dalam Edutainment,” kata Mia.
Dengan berkonsep menarik, aktivitas di perpustakaan bukan sekadar mengisi waktu luang, namun, menjadi tujuan utama anak-anak. Misalnya ketika pulang sekolah, anak-anak punya tujuan utama keperpustakaan.
“Mengajak datang keperpustakaan menjadi bagian awal untuk mengenalkan buku kepada anak. Kalau anak-anak sudah menjadikan perpustakaan sebagai tujuannya, baru setelah itu kita upayakan mereka semakin gemar membaca,” ujarnya.
Layaknya tempat wisata, pada siswa usia dini diajak untuk bermain sambil belajar. Misalnya anak TK, dibuatkan kartu perpustakaan. “Jadi, mereka datang, tap kartu. Di perpustakaan, mereka juga belajar sambil ice breaking,” katanya.












