“Namun masalah kami yang butuh ditangani cepat adalah sampah non rumah tangga. Yaitu sampah hasil perantingan pohon. Kita kebingungan untuk membuangnya. Karena petugas sampah hanya mau mengambil sampah rumah tangga atau sampah dapur,” terangnya.
Lebih lanjut Budi mengatakan, sampah hasil perantingan pohon tersebut kini menumpuk di area pemukiman sehingga keberadaannya mengganggu warga.
“Apalagi ketika musim hujan sekarang ini. Menimbulkan bau yang tidak sedap,” imbuhnya.
Budi juga berharap agar deretan pohon di sepanjang jalan pemukiman mereka supaya ditebang.
“Karena usianya yang sudah tua karena rawan roboh saat hujan deras disertai angin kencang. Ini tentu membahayakan. Lagi pula sudah ada pohon pengganti yang usianya masih muda,” jelasnya.












