“Sakral tidak harus kaku. Sehingga kami ingin ada sedikit sentuhan lebih santai. Apalagi Mbah Kirun itu tidak hanya guyon, tapi guyonannya juga mengandung banyak petuah dan pesan moral yang disampaikan,” kata Hidayatullah kepada media seusai prosesi wisuda.
Dia lantas mencontohkan pesan moral yang disampaikan Mbah Kirun adalah pada tembang ‘Gundul-gundul Pacul’. Dalam tembang itu, Mbah Kirun menjelaskan makna yang tersirat dalam bait tembang tersebut.
“Dalam menjalani hidup bersosial ini, kita memang harus membersihkan hati dan pikiran. Jangan sampai sepreti beras yang berceceran di jalan, yang tidak ada manfaatnya,” tuturnya.



