Cakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Pengembangan Wisata Heritage di Surabaya, Memasakinikan Sejarah dan Mendongkrak Perekonomian

×

Pengembangan Wisata Heritage di Surabaya, Memasakinikan Sejarah dan Mendongkrak Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Salah satu spot wisata heritage di Kampung Peneleh
Salah satu spot wisata heritage di Kampung Peneleh
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A.H Thony
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A.H Thony

Sehingga, kawasan tersebut bisa menjadi pusat kegiatan bersama dan dari kegiatan bersama tersebut akan memunculkan demokrasi ekonomi.

“ Seperti memberdayakan kampus terhadap penataan dan pengembangan kawasan wisata. Misalnya, dari Unair bisa mengampu memberikan pendampingan terhadap sektor ekonomi, kemudian ITS dari sektor bangunan dan lain sebagainya” urainya saat di ruang kerja pada Rabu (18/10/2023).

Selain itu, dalam pengembangan kawasan wisata heritage harus bisa memanfaatkan potensi yang sudah ada sehingga, dalam pengembangannya bisa berkolaborasi dengan kepentingan lainnya.

Salah satunya kata Thony, ada program jalur rempah yang tengah diusulkan pemerintah pusat ke UNESCO, dimana jalur rempah ini melalui Surabaya.

“ Nah,inikan juga bisa dimaksimalkan dengan menyelaraskan program dari pemerintah pusat tersebut. Ini sangat efisien,” kata Thony.

Harusnya kata Thony, dalam pengembangan wisata heritage tidak perlu membuat konsep yang baru hanya merevitalisasi atau menggali kembali potensi yang ada itu saja sudah cukup.

“ Kita tidak perlu membuat injeksi baru terhadap sesuatu yang sudah ada. Itu lebih efisien dan cepat,” kata Thony.

  • Menggali Keunikan untuk Memasakinikan Sejarah

Senada dengan A.H Thony, Dosen arsitektur Universitas Ciputra, Freddy H. Istanto juga mengatakan hal yang sama. Freddy menilai bahwa potensi wisata heritage di Surabaya ini sebenarnya hanya tinggal memasakinikan sejarah karena, potensi yang dimiliki kota ini sangat besar.

“ Tinggal menggali potensi yang ada dengan membuat skema yang baik untuk bisa memasakinikan sejarah menjadi sebuah destinasi wisata yang unik dan tidak bisa ditemukan ditempat lainnya,” terangnya Kamis (26/10/2023).

Dosen arsitektur Universitas Ciputra, Freddy H. Istanto
Dosen arsitektur Universitas Ciputra, Freddy H. Istanto

Akademisi yang juga founder Surabaya Heritage Society ini menjabarkan bahwa, untuk bisa memasakinikan sejarah harus mampu menggali keunikan dari kawasan heritage.

Keunikan tersebut kata Freddy, bisa banyak wujudnya, mulai dari bangunan, makanan, tradisi (kebiasaan) atau aktivitas yang menyertai kawasan sejarah tersebut hingga hasil perkawinan budaya yang bisa digali dan ditampilkan kembali sebagai destinasi wisata. Dari keunikan ini mampu menjadi pembeda antara wisata di Surabaya dengan daerah lainnya.

“ Di kawasan pasar Pabean misalnya, ada sajian budaya jual beli ikan dimasa lampau yang bisa dipertontonkan kembali. Inikan heritage dan menarik. Uniknya lagi, tempat jual beli ikan yang identik dengan bau ikan namun, ada pemandangan yang sangat kontradiksi, ada kawasan penjual parfum diseberang pasar Pabean yakni kawasan jalan Panggung. Inikan perpaduan yang unik, menariknya lagi penjual minyak juga bukan orang Cina meskipun tetapi orang Arab loh,” jelasnya.

Begitu juga di kawasan Arab yakni, kawasan Ampel, bagaimana mengemas sebuah budaya yang berupa makanan khas Timur Tengah yang berkembang disana, aktivitas jual beli dan juga bangunan masjid serta situs makam.

“ Lihat saja ada orang jualan yang berderet di sepanjang jalan dikawasan Ampel yang modelnya mirip pasar di kawasan arab sana, berjubel berderet,” sambungnya.

Jadi, sekali lagi tidak hanya melulu soal bangunan. Budaya, kuliner dan aktivitas masa lampau bisa digali dan dimaksimalkan untuk menjadi destinasi wisata. Sehingga, dengan pengembangan seperti ini secara tidak langsung juga akan membangkitkan perekonomian.

“ Nah kebangkitan perekonomian ini menjadi ranah bagi UMKM untuk memiliki andil atau terlibat dalam sebuah siklus destinasi wisata heritage,” tegasnya.

  • Pelibatan UMKM Guna Menopang Wisata Heritage

Pengembangan kawasan heritage harus bisa melibatkan UMKM sebagai salah satu bagian dari komoditas wisata. pelibatan ini sebagai langkah dalam mensinergikan perencanaan sehingga bisa berjalan beriringan.

Salah satu pelaku UMKM di kawasan wisata heritage Kampung Peneleh, Kuncar Prasetyo mengatakan bahwa, partisipasi UMKM di kawasan wisata heritage selama ini merupakan inisiatif pribadi dari para pelaku UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *