Cakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Pengembangan Wisata Heritage di Surabaya, Memasakinikan Sejarah dan Mendongkrak Perekonomian

×

Pengembangan Wisata Heritage di Surabaya, Memasakinikan Sejarah dan Mendongkrak Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Salah satu spot wisata heritage di Kampung Peneleh
Salah satu spot wisata heritage di Kampung Peneleh

cakrawalanews.co – Beragam peristiwa dimasa lampau yang terjadi di Surabaya membuat kota yang berlogo Hiu dan Buaya ini memiliki peninggalan sejarah yang luar biasa. Sehingga, tak mengherankan jika kota yang terletak di tepi pantai utara Provinsi Jawa Timur ini mendapat julukan sebagai kota Pahlawan.

Meski tak banyak memiliki potensi wisata alam namun, kota Surabaya memiliki banyak tempat atau kawasan yang mampu menceritakan dan menggambarkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Kepala dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan bahwa, potensi tersebut yang bisa didorong untuk lebih kuat lagi sehingga bisa menjadi sebuah komoditas dalam industri pariwisata yang memiliki daya tawar tinggi.

Wiwiek menyebutkan bahwa, banyak spot wisata heritage yang bisa di eksplor yang terdapat di sepanjang kawasan Tugu Pahlawan hingga Tunjungan.

“Ketika kita ngomongin Kalimas yang membelah kota Surabaya ada Pandean, Kampung Peneleh. Jika disitu saja, kita eksplor sangat banyak, ada rumah Bung Karno, rumah Cokro Aminoto, Ada Sumur Jobong, ada Langgar Dipo, rumah Roeslan Abdul Ghani,” kata Wiwiek saat menggelar jumpa pers di kantor Diskominfo pada Selasa (03/10/2023).

Selain itu lanjut Wiwiek, jika ditarik ke utara maka ada beberapa spot yang juga sangat kental dengan nuansa historisnya.

“Ada Jembatan Merah, Jayengrono, dan juga ada beberapa gedung yang memiliki nilai sejarah semisal Gedung Singa, Gedung Cerutu dan Gedung internatio, pabrik sirup serta jika masuk kampung ada beberapa spot gedung lainnya” lanjutnya.

Kemudian, jika ditarik garis ke Timur, banyak spot-spot yang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi yang juga memiliki kekhasan tersendiri diantaranya ada Pecinan dan Ampel serta Pabean.

“Agak ke selatan kita ada rumah Abu Han, Hok An Kiong dan ada beberapa rumah yang penuh dengan histori,” sebutnya.

Wiwiek melanjutkan, Kota ini telah memiliki andil dalam sebuah pembentukan sejarah. Oleh karena itu Surabaya memiliki tempat-tempat atau lokasi yang bisa menceritakan dan memiliki suatu historical yang perlu dikemas dengan lebih baik.

Penunjuk arah di wisata heritage
Penunjuk arah di wisata heritage

Dalam upaya pengoptimalan potensi cagar budaya menjadi menjadi sebuah wisata kata Wiwiek, dibutuhkan sebuah skema pengembangan yang maksimal.

“Misi kita jelas bahwa, selain melakukan pelestarian tapi, juga memberikan manfaat secara ekonomi,” tegasnya.

Wiwiek mengakui jika dalam upaya pengembangan potensi wisata heritage tidak bisa berlangsung secara serta merta. Namun, pihaknya telah menyiapkan skala prioritas dalam program pengembangan.

Di tahun ini beber Wiwiek, ada beberapa spot yang telah dikerjakan. Artinya, dalam satu tahun perlu ada aktivitas untuk mengembangkan potensi itu tetapi disisi lain masih bisa dimanfaatkan.

“ Dimana, ketika kita harus mengembangkan bukan berarti kita harus berhenti. Tidak. Sambil mengembangkan tetapi turis juga bisa datang. Kita tidak bisa stop turis masuk namun, kita sambil jalan. Artinya meskipun ini belum selesai seratus persen. Kita benahi spot sambil bisa difasilitaskan atau dimanfaatkan pada travel agen” terangnya.

  • Butuh Peran Pentahelix dan Tidak Menginjeksi Sesuatu yang Baru

Dalam pengembangan kawasan  wisata heritage, harus memiliki track yang benar agar pengembangan wisata mampu memiliki daya saing dan nilai jual namun tidak merubah sejarah.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A.H Thony menilai, suksesnya sebuah pengembangan wisata heritage di kawasan cagar budaya adalah adanya peran pentahelix. Dimana ada sebuah konsep kolaborasi dari unsur pemerintahan, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat dan media massa yang saling berkomitmen.

Hal ini sebut Thony, akan memberikan ruang terbuka bagi banyak pihak untuk saling memberikan masukan. Pihak-pihak tersebut antara lain: Pemilik tempat (jika dimiliki swasta) kemudian ada peran dari perguruan tinggi yang bisa menjadi pengampu disetiap kawasan dan kelompok-kelompok kepentingan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *