Sementara pantun ketiga Sadad, secara khusus ditujukan kepada Khofifah terkait langkahnya di tahun politik Pemilu 2024. “Sungguh merdu suara para pesinden, Menikmatinya dari bawah pohon sawo.
Jika Bu Khofifah ditawari jadi Wakil Presiden, Ayo mau milih Pak Ganjar atau Pak Prabowo,” ucap Sadad.
Saat dikonfirmasi seusai paripurna, Sadad menyatakan pantun yang ia bawakan tersebut sebetulnya untuk mencairkan suasana rapat. “Tapi, isi pantunnya memang kita sesuaikan apa yang menjadi konten dari baik pidato Ketua DPRD Jatim maupun Bu Gubernur, bahwa Jawa Timur memberikan kontribusi besar terhadap Indonesia,” kata Sadad.
Terkait pantun yang menyerempet ke Pilpres, Sadad menyebut hal itu sebagai doa terbaik kepada siapa saja yang ingin berkontestasi di Pemilu mendatang termasuk Khofifah. Belakangan, nama Khofifah memang banyak disebut potensial sebagai cawapres.
Setidaknya nama Khofifah santer disebut di dua kubu, yakni kubu Prabowo dan Ganjar. “Ya serahkan lah kepada Bu Gubernur. Pantun itu sudah versi yang saya modifikasi,” selorohnya.












