“Kami juga sempat berkolaborasi dengan Kidzania Surabaya untuk menggelar praktik belajar yang menyenangkan bagi anak-anak PAUD, dengan mengenalkan berbagai profesi dan aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” imbuhnya.

Di samping itu, satuan pendidikan juga sangat penting untuk mendukung program ini. Makanya, salah satu yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak di satuannya untuk menyiapkan tahun ajaran baru serta menguatkan transisi PAUD-SD dengan menggunakan sumber belajar yang sudah disiapkan oleh Kemdikbudristek.
Selain itu, harus juga memahami bahwa baca tulis hitung hanyalah bagian sempit dari kemampuan literasi numerasi, dan bahwa ada aspek kemampuan lain yang sangat penting untuk dibangun, seperti kematangan emosi dan kemandirian untuk berkegiatan di lingkungan belajar.
“Satuan pendidikan juga tidak boleh melabelkan anak berdasarkan capaiannya karena setiap anak memiliki laju perkembangan dan kesempatan belajar yang berbeda dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan fondasi. Perlu juga pihak sekolah menyampaikan pentingnya dukungan dari rumah dalam komunikasi dengan orang tua/ wali murid agar anak mendapatkan pengalaman pembinaan yang berkesinambungan sejak satuan pendidikan hingga di rumah,” imbuhnya.
Karenanya, peran orang tua juga sangat penting dalam program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan ini. Bahkan, Rini menyebut peran orang tua sangat penting dalam membantu anak mereka dalam transisi dari PAUD ke SD. Transisi ini bisa menjadi momen yang menantang bagi anak-anak, dan dukungan orang tua dapat membuat proses ini lebih lancar dan positif.
“Makanya, kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Bunda PAUD, pihak sekolah dengan para wali murid akan mengantarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang luar biasa di masa mendatang,” pungkasnya. (ADV)












