Kota Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk menuju Kota Layak Anak Dunia atau jaringan global Child Friendly Cities Initiatives (CFCI) UNICEF. Salah satu yang saat ini tengah digencarkan adalah transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, sebuah program penyelarasan pembelajaran dari tingkat PAUD ke tingkat SD yang dibikin menyenangkan.
Program yang dimotori oleh Bunda PAUD Kota Surabaya itu bertujuan agar peserta didik tidak perlu melakukan banyak penyesuaian saat berpindah menjadi peserta didik SD, dan juga agar peserta didik SD yang tidak pernah mengikuti PAUD tetap dapat terpenuhi haknya untuk mendapatkan kemampuan fondasinya.
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi mengatakan bahwa program ini sangat penting karena transisi dari PAUD ke SD adalah salah satu momen kritis dalam kehidupan anak. Transisi ini menuntut anak untuk beradaptasi dengan lingkungan, kurikulum, metode, dan tuntutan yang berbeda dari sebelumnya. Jika transisi ini tidak dilakukan dengan baik, maka anak bisa mengalami stres, kecemasan, ketakutan, penurunan motivasi, dan bahkan yang paling parah menolak sekolah atau tidak mau sekolah.
“Hal ini tentu akan berdampak negatif bagi perkembangan dan prestasi belajar anak,” kata Bunda Rini beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama ini masih banyak praktek PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) serta pembelajaran yang belum mencerminkan pemahaman bahwa membangun kemampuan fondasi, mulai dari kematangan sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi dasar, serta kemampuan fondasi lainnya merupakan suatu proses bertahap dan berkelanjutan yang dibangun sejak PAUD hingga SD kelas awal.
Bagi dia, membangun kemampunan fondasi merupakan bentuk pengenalan pertama anak terhadap nilai-nilai baik yang dimiliki dan tertuang dalam Profil Pelajar Pancasila. Namun, karena PAUD belum wajib belajar dan setiap anak berhak mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi, maka perlu dan dapat terus dibangun secara berkelanjutan hingga SD kelas awal.












