Cakrawalanews.co, Surabaya – Memilukan, di tengah program sekolah gratis, ternyata masih ada anak Surabaya yang dalam kondisi yatim terpaksa putus sekolah karena tak ada biaya.
RK atau yang akrab disapa Ham, anak yatim yang tinggal di rumah kost kecil bersama ibu dan neneknya, sudah 2 tahun sejak lulus SD, tidak melanjutkan pendidikan SMP karena, tidak punya biaya.
“Sudah lama sekali RK ditinggal ayahnya yang meninggal dunia karena penyakit lever pak Anas,” keluh Yuliatin ibu RK kepada legislator PDIP Surabaya Anas Karno saat sosialisasi Ganjar Presiden di perkampungan Kendangsari.
Kepada Anas Karno, Yuliatin mengatakan, jika putranya sebenarnya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke SMP.
“Hampir setiap hari minta sekolah. Tapi bagaimana lagi pak, saya tidak punya biaya. Saya bekerja serabutan, kadang jadi kuli bangunan, kadang membantu rumah tangga, jadi buruh cuci, yang penting halal,” ujar Yuliatin sambil menyeka air matanya.












