Ketika disinggung mengenai upaya penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, pria yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini mengatakan, pihaknya bisa memahami hal tersebut, namun dirinya juga berharap diberikan waktu yang cukup untuk mensosialisasikan figur capres yang diusung Partai Golkar ke seluruh konstituen Partai Golkar salah satunya melalui pemasangan baliho tersebut sepanjang tidak dipasang ditempat yang terlarang seperti pedestrian, taman dan lainnya.
“Kami mungkin belum bisa memasang foto capres kebanggaan kami di video-videotron seperti capres lain yang tiap hari terpampang dijalanan Surabaya, kemampuan kami saat ini hanya memasang baliho, kalau dipersoalkan soal estetika itu tergantung dari sudut pandang masing-masing, kami hanya bisa berharap kekuasaan harus memberikan iklim kompetisi yang sportif, ” paparnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Toni, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah parpol pengusung yang ada di kota Surabaya untuk menyamakan gerak langkah dalam menghadapi Pilpres di Kota Surabaya, termasuk desain pemenangan masing-masing partai disatukan dalam desain besar pemenangan Pilpres.



