“Kita pasarkan di sana, ini diproduksi menggunakan teknologi Nano yang diambil dari umbulan (pegunungan), sehingga bisa mengurangi plastik-plastik, dan tidak sampai masuk ke dalam tubuh serta banyak manfaatnya. Yang terpenting, ini (AMDK) bisa menjadi tempat Padat Karya warga miskin di Kota Surabaya,” ujarnya.
Wali Kota Eri menambahkan, selain berdampak baik pada perekonomian warga miskin di Kota Surabaya, AMDK HE2O ini juga berdampak baik untuk lingkungan.
Sebab, kemasan yang digunakan memakai bahan plastik daur ulang yang berasal dari Bank Sampah Kota Surabaya.
“Jadi plastiknya dari bank sampah, kemudian kita jual di perusahaan (AMDK). Semua wilayah ada bank sampah kota kemudian sampah plastik itu dijual di perusahaan, sehingga uang pendapatan juga akan berputar,” imbuhnya.
Di samping itu, Rektor ITS Mochamad Ashari mengatakan, pembangunan perusahaan AMDK ini merupakan salah satu wujud kontribusi ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), merealisasikan rencana riset dan pengembangan teknologi dalam menyediakan air minum yang berkualitas untuk masyarakat.
Yang menjadi fokus ITS adalah melakukan riset teknologi Nano, sebagai pendukung industri AMDK ini.



