Ia menjelaskan, pemkot akan mengelompokkan warga miskin dan pra miskin di Kota Surabaya, kemudian dijadikan sebagai distributornya.
“Nanti dijadikan satu kelompok, karena ini salah satu langkah Pemkot Surabaya dengan DPRD Kota Surabaya berupaya untuk mengurangi kemiskinan, yang ditopang oleh perguruan tinggi yang selalu melakukan riset dengan teknologinya,” jelasnya.
Air minum kemasan HE2O, dibuat dengan mesin berteknologi Nano yang dikembangkan oleh ITS. Selain menggunakan teknologi Nano, ITS juga memanfaatkan sumber mata air baku dari pegunungan dengan kualitas tinggi.
Ke depannya, air itu akan disalurkan langsung dari pegunungan hingga ke perusahaan AMDK, oleh PT. ITS Tekno Sains.
Ke depannya, produk air minum dalam kemasan HE2O ini akan didistribusikan ke minimarket, supermarket, toko kelontong, hingga ditawarkan ke perusahaan-perusahaan.
Mulai dari perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga swasta di Kota Surabaya.



