“Marilah kita memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat, bukan dengan cara Playing Victim. Artinya menempatkan diri seolah-olah korban,” tandas Toni.
Dia menilai politik-politik melonkolis seperti ini sudah tidak layak lagi. ” Hari ini yang kita bisa edukasi ke masyarakat adalah rekam jejak pengabdian kenegaraan capres. Jadi jangan ada narasi partai ini mengeroyok si A untuk membangkitkan nostalgia dan romantisme masa lalu. Menurut kami peristiwa yang sama tidak bisa diulang berkali-kali,” tutur dia.
Soal nasib Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mana salah satu parpol anggotanya (PPP) mendukung Ganjar Pranowo,Toni tak bisa berkomentar banyak. Dengan diplomatis dia menyampaikan masalah KIB ini biar diputuskan oleh ketua umum-ketua umum di pusat.
“Yang pasti hubungan kami dengan seluruh partai bagus.Bahkan, dengan adanya deklarasi ini semakin menguatkan kita, khususnya partai-partai pengusung Prabowo,” pungkas dia.












