“Kemudian yang kedua ini untuk membekali kepada para petugas dan rakyat agar dilaksanakan pemilu yang berkualitas,” kata Mahfud didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga hadir.
Mahfud menegaskan, Pemilu yang berkualitas perlu kesadaran bersama baik antara penyelenggara maupun masyarakat sebagai pemilih. Dia mengaku optimis tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 akan tinggi.
Keyakinan itu berkaca pada hasil Pilkada serentak 2020 lalu. Sekalipun pilkada digelar di masa pandemi, namun tingkat partisipasi pemilih jauh sangat tinggi yakni 73 persen. Padahal diakui saat itu sempat ada kekhawatiran banyak pihak mengenai potensi rendahnya tingkat partisipasi pemilih.



