Dari evaluasi itu pula, Nabil ingin mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan setiap cabor secara detail agar tak salah perhitungan saat PON nanti. “Kita harus lebih ketat menyeleksi siapa saja yang layak masuk Puslatda. Karena kita harus mempertanggung jawabkan program ini nantinya,” ujar Nabil
Seperti sebelum-sebelumnya, pada Pra-PON kali ini, peta kekuatan, masih berporos pada tiga kekuatan daerah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Maklum, persaingan di tiga besar pada setiap kejuaraan tingkat nasional seperti Pra-PON dan PON masih menjadi milik ketiga daerah ini.
“Kita tidak mau asal dalam menjalankan Puslatda. Kita harus benar-benar berhitung, supaya hasil di PON 2024 nanti maksimal,” tutup Nabil.



