Cakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Ceramah Di Semolowaru Surabaya, KH Anwar Zahid: Neg dadi DPR kudu loman

×

Ceramah Di Semolowaru Surabaya, KH Anwar Zahid: Neg dadi DPR kudu loman

Sebarkan artikel ini

Surabaya, cakrawalanews.co – Ulama kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur, KH Anwar Zahid, memberikan dawuh khusus kepada anggota DPR agar memperhatikan masyarakat miskin.

“Aku tau ceramah neng daerah Suroboyo langsung tak tunjuk (saya pernah ceramah di daerah Surabaya langsung tak tunjuk). Subhanalloh langsung terpilih dengan suara tertinggi. Ayo anggota Dewan endi wonge (ayo anggota dewan mana orangnya,” pesannya saat mengisi pengajian akbar dalam rangka Haul Mbah Mursidie ke 309, di Masjid Mursyidin, Semolowaru Surabaya, Sabtu (05/08/2023).

Dalam kesempatan itu pula, Kyai pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, Kanor, Bojonegoro itu pun langsung mendapuk Anas Karno, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya untuk memberikan shodakoh kepada para peserta pengajian yang terpilih untuk naik keatas panggung. Dengan cepat permintaan itupun langsung dipenuhi oleh Anas Karno.

“Ikiloh neg gak DPR loman gak kiro (Ini loh kalau bukan DPR murah hati gak mungkin). Pak Anas Karno,” dawuh Kyai yang terkenal dengan slogan “Qulhu Ae Lek” tersebut yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 1500 jamaah yang hadir.

Sementara itu, Anas Karno seusai pengajian mengatakan bahwa KH Anwar Zahid ini merupakan ulama nasional yang ia kagumi selama ini, karena dawuh-dawuhnya dinanti banyak jamaahnya.

“Alhamdulillah, saya nderek lan manut dawuhe kyai mawon,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menambahkan bahwa, dirinya akan terus menjalankan pesan dari KH Anwar Zahid untuk memperhatikan nasib orang miskin.

“Kebetulan partai kami adalah partainya wong cilik, yang terus berjuang melalui kerja-kerja kerakyatan untuk terus membersamai rakyat dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut mengapresiasi acara pengajian akbar yang digelar warga Semolowaru.

“Peringatan Haul Mbah Mursidie dan para sesepuh merupakan upaya warga kampung Semolowaru untuk tidak melupakan jasa leluhurnya,” terangnya.

Anas menambahkan, peringatan Haul ini juga salah satu cara warga Semolowaru merawat kearifan budaya lokal, yang sudah diletakkan pondasinya oleh para sesepuh kampung saat “mbabat alas”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *