“Jadi pasar modern misalnya mengeluarkan berapa sehari, dia belanja kresek berapa. Itu kami kalkulasi berapa, sekarang sudah tidak pakai itu lagi,” bebernya.
Meski demikian, Hebi menegaskan, akan terus menggencarkan sosialisasi terkait pengurangan penggunaan sampah plastik di Kota Surabaya. Demikian pula dengan sampah organik yang kini mendominasi di TPA Benowo. “Jadi memang harus disosialisasikan, yang banyak organik bukan anorganik,” tuturnya.
Berdasarkan catatan DLH Kota Surabaya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Benowo (TPA) Benowo sekitar 1.600 ton per hari. Dari volume sampah tersebut, 60 persen didominasi oleh organik.



