Menanggapi keluhan warga tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno meminta Dinas terkait menyediakan tempat yang lebih representatif.
“Sayang kalau talenta-talenta anak-anak ini terhambat karena tempat mereka berlatih menari tidak representatif. Apalagi mereka ini bersemangat untuk berlatih,” jelasnya saat mendapat keluhan dari wali murid.
Lebih lanjut Legislator Fraksi PDIP Surabaya itu, mengapresiasi program pemerintah kota Surabaya tersebut. Karena selain memberikan kegiatan positif, juga mengenalkan kesenian tradisional sejak usia dini.
“Ini kan salah satu upaya melestarikan budaya tradisional. Tapi butuh perhatian serius. Salah satunya menyediakan tempat latihan yang layak,” pungkasnya.



