Berita UtamaCakrawala Politik&PemerintahanIndeks

Sambut Idul Fitri, PDIP Surabaya: Saling membuka pintu maaf, Memperkuat silaturahmi  

×

Sambut Idul Fitri, PDIP Surabaya: Saling membuka pintu maaf, Memperkuat silaturahmi  

Sebarkan artikel ini
Halal Bihalal Idul Fitri, PDIP Surabaya: Saling membuka pintu maaf, Memperkuat silaturahmi  
Halal Bihalal Idul Fitri, PDIP Surabaya: Saling membuka pintu maaf, Memperkuat silaturahmi  

Salah satu momentum merajut kepedulian dengan lingkungan sekitar adalah penyelenggaraan halal bihalal yang marak di kampung-kampung se-Surabaya. Biasanya di tingkat RT dan RW digelar halal bihalal.

Adi menjelaskan, tradisi halal bihalal di masyarakat Indonesia lahir dari dialog Presiden pertama Ir Soekarno dan ulama NU KH Wahab Chasbullah. Pada 1948, saat awal republik berdiri masih diwarnai banyak pertentangan politik, Bung Karno meminta pendapat dari KH Wahab Chasbullah, di mana kemudian diberikan saran agar diselenggarakan silaturahmi antar-anak bangsa.

Bung Karno meminta istilah selain silaturahmi, sehingga tercetuslah “halal bihalal”, sebuah penanda bahwa setiap pertentangan dan konflik antar-anak bangsa harus saling dimintakan maaf sehingga semua menjadi “halal”.

“Semarakkan halal bihalal di kampung-kampung, untuk menjadi sarana saling peduli antar warga. Juga melibatkan UMKM kampung untuk pemenuhan kebutuhan. Semuanya indah dan guyub, dan saling menumbuhkan,” kata Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *