“Yaitu dengan cara identifikasi potensi masalah, tentang mereka berkumpul, kelompok atau mungkin kumpulan apa, dan sebagainya,” ungkap Thony.
Menurut Thony, berkumpulnya para remaja tersebut seharus dilihat dahulu perkembangannya sebagai upaya identifikasi. Sebab, dengan cara tersebut, dia meyakini, lebih mudah mengenali. Berbeda halnya bila kumpulan tersebut dibubarkan. Maka semakin sulit, mengenali proses pengelompokan mereka secara natural. Karena kecenderungannya, hampir 70% ada kecocokan atau chemistry.
Maka Thony mengimbau, perkumpulan remaja tak dibubarkan sebelum adanya indentifkasi dengan jelas apa faktor kedekatan mereka. “Dan ketika sudah ditemukan berikan tanggung jawab,” ujarnya.
Misal, terbentuknya gangster karena hoby motor, di situ ada yang pandai modifikasi dan sebagainya. Karena tidak ada wadah yang baik. Akhirnya mereka balapan liar, disertai taruhan dan lainnya. Setelah itu, dinyatakan bersalah karena melakukan perjudian.












