“Padahal Kenjeran sudah dibagun Jembatan Surabaya beserta air mancur menari, sampai dianggarkan Rp200 miliar tapi belum maksimal dongkrak PAD,” tutur Buchori Imron.
Maka, tambah Buchori Imron, dengan rencana dibuka kembali air mancur menari Jembatan Surabaya memang sejak awal semestinya dibuka untuk umum.
“Air mancur menari di Kenjeran itu dibangun dengan APBD Kota Surabaya, jadi seyogyanya memang harus dinikmati masyarakat,” pungkasnya.(ADV)












