Dari perspektif regional, Laut Cina Selatan menjadi pusat pertarungan hegemoni antara Amerika Serikat dan aliansinya dengan Tiongkok, yang diikuti dengan persoalan Taiwan, Korea Utara hingga mengancam ketidakstabilan Kawasan. Sementara di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketegangan.
Dari sisi perpektif nasional, budaya literasi dan kualitas pendidikan masih harus ditingkatkan. Kemajuan di dunia pendidikan, riset dan inovasi adalah jalan kemajuan.
Atas dasar hal tersebut, maka penyaringan caleg ini menjadi sangat penting. “Partai mencari kader hebat dan mumpuni, kokoh secara ideologis, berkarakter baik, pejuang sejati, dan sekaligus memiliki fungsi elektoral,” kata Hasto.
Hasto juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan radikalisme agama semakin penting memperteguh jati diri sebagai kader partai yang ideologis, Nasionalis-Soekarnois, berdasarkan demokrasi terpimpin dan tradisi panjang yang kenyang asam garam politik.
“Kita jangan bergeser, kita harus kokoh dalam jati diri kita sebagai parpol Nasionalis-Soekarnois, kita adalah partai taman sari peradaban, dimana semua warga bangsa, walau berbeda-beda tetapi bisa bersatu,” kata Hasto.
Menyangkut Pilpres 2024, seluruh kader PDIP harus tegak lurus terkait mekanisme baku partai sesuai hasil Kongres V dan tradisi. “Yakni bahwa Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden ditetapkan oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto.
Selanjutnya, Hasto menegaskan bahwa kepemimpinan partai lahir dari proses kaderisasi partai, penugasan kader, dan penugasan partai.



