Sementara itu Pujiati Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Sukolilo mengatakan, saat Ramadan UMKM produksi makanan dan minuman sangat terasa peningkatan omzetnya.
“Terutama saat Bazar Ramadan. Peningkatannya bisa sampai 75 persen dibandingkan hari biasanya. Misalnya tempe, produk UMKM saya. Tapi tidak saat Ramadan masa pandemi,” jelasnya.
Lebih lanjut Pujiati mengatakan, ketika pandemi banyak ritel yang menjadi tempat UMKM memasarkan produksinya, tutup. Kemudian ada pembatasan waktu dan aktivitas masyarakat, karena PPKM. Hal ini berpengaruh pada penjualan dan tentunya berimbas pada jumlah produksi.
“Namun untuk saat ini kita optimis. Karena sepertinya pandemi sudah selesai. Sudah banyak event yang digelar. Insyaallah Ramadan tahun ini beda dengan Ramadan lalu-lalu,” pungkasnya.



