“Kami sangat antusias dan tertarik tentunya. Karena project kami mampu mendapat tempat dan harapannya kami memberikan dampak kepada publik. Artinya, selain ekonomi, melestarikan budaya dan sejarah, di sini juga Cak dan Ning memiliki sentuhan langsung kepada publik,” kata Cak Ridho sapaan lekatnya.
Selain itu, Cak Ridho juga menjelaskan, bahwa Balapan Sangar bertujuan untuk mengenalkan objek wisata di Surabaya dengan dikemas melalui kompetisi permainan. Tahun 2023 ini, merupakan kali ketiga Balapan Sangar digelar pasca sebelumnya diadakan pada 2015 dan 2017.
“Kita sudah menyelenggarakan ketiga kalinya. Pertama 2015, 2017, dan ketiga tahun 2023. Yang menjadi beda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini konsepnya lebih besar, sebelumnya hanya lomba saja dan tahun ini ada bazar UMKM buka di sini,” katanya.
Sedangkan konsep tema yang diambil pada tahun 2023 ini adalah Culdesac: Adapt and Survive. Dimana Culdesac itu berasal dari Bahasa Prancis yang artinya adalah jalan buntu. Filosofi itu yang kemudian ingin ditonjolkan bagaimana dalam situasi penuh keterbatasan peserta harus tetap adaptif dan survive.
“Dalam kompetisi ini teman-teman (peserta) penuh keterbatasan. Dimana peserta harus pindah lokasi dengan transportasi umum dengan uang saku terbatas, mereka harus bisa menyelesaikan tiap pos dan pos lainnya,” terang dia.
Lebih rinci, Cak Rindho lantas menjelaskan mengenai kompetisi Balapan Sangar. Dimana dalam setiap posnya, para peserta harus menyelesaikan permainan untuk bisa melanjutkan ke etape selanjutnya.



