Memasuki set kedua, Petrokimia bangkit dan bermain lebih solid dengan tidak banyak melakukan kesalahan. Mereka terus menekan dan membuat Pertamina Fastron kedodoran.
Setelah menang telak 25-14 pada set kedua, penampilan Petrokimia makin percaya diri, sementara lawannya belum mampu keluar dari tekanan. Tuan rumah pun menang lagi 25-19 dan sekaligus berbalik unggul 2-1.
Pertamina Fastron berusaha bangkit dan sempat memimpin 11-6 pada set keempat. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan karena seringnya melakukan kesalahan dan serangan yang mudah dipatahkan lawan.
Petrokimia akhirnya berhasil mengejar hingga skor sama 15-15. Setelah itu, Mediyoku dkk. terus menekan dan meninggalkan Pertamina Fastron dalam pengumpulan angka hingga menutup laga dengan skor 25-19. “Hari ini kami bermain lepas dan fokus mengurangi kesalahan, itu kunci kemenangan hari ini,” kata Mediyoku.
Sementara itu, pelatih Pertamina Fastron, Eko Waluyo mengatakan permainan anak asuhnya mulai menurun sejak set kedua ketika beberapa kali gagal mengembalikan bola servis dengan bagus sehingga serangan mudah dibaca lawan.



