Tugas pemerintah provinsi, lanjut Gus Fawait, tinggal membantu untuk memasarkannya.” Kalau mereka emak-emak hendak bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia, tentunya sudah berkualitas sehingga pergi ke luar negeri sudah punya keterampilan yang memadai,” terangnya.
Gus Fawait mengatakan dengan fakta-fakta tersebut, maka pihaknya mendorong agar majelis taklim, majelis dzikir dan sholawat diperbanyak untuk membantu pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk pengentasan kemiskinan. “Tentunya Pemprov juga harus membantu menyambungkan dengan pihak perbankan juga dalam hal permodalan agar perekonomian masyarakat bisa hidup setelah adanya pelatihan-pelatihan tersebut,”jelasnya.
Majelis Sholawat dan majelis dzikir, kata Gus Fawait, juga menjadi bagian penguatan NKRI dimana bisa menanamkan kecintaan kepada anak didik untuk tanah air. “lewat ibu-ibu atau emak-emak yang tergabung majelis tersebut akan mengajarkan kepada anak-anaknya akan kecintaan terhadap Pancasila dan NKRI. Bisa ditanamkan ungkapan Hubbul Wathon Minal Iman cinta tanah air bagian dari iman dalam majelis tentunya akan disampaikan ke anak untuk dtanamkan sejak dini. Saya yakin anak-anak kita akan cinta NKRI dan akan bertahan sampai kiamat,”pungkasanya.












