“Kita dorong masyarakat sadar aturan, hak dan kewajibannya. Kita dorong konstitusi harus ditegakkan, dan aparat penegak hukum konsisten memberi pelayanan dan memberikan perlindungan yang baik,” tuturnya.
Cucu Kiai Bisri Syansuri ini pun yakin, jika semua sadar akan hukum hak dan kewajibannya, serta bersatu padu melawan kekerasan pada perempuan dan anak. “Insya Allah kita akan lolos,” tegasnya.
Disisi lain, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih mengaku miris dengan jumlah angka kekerasan pada perempuan dan anak. Ia jelaskan, di Jatim sendiri angka kekerasan terhadap perempuan dan anak juga cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan data Simfoni PPA Jatim yang menyebut ada 826 kejadian di sepanjang tahun 2022.
“Tapi angka itu bukan menunjukkan kasus sebenarnya, karena ini seperti fenomena gunung es,” ujarnya.












