“Kalau ada pelajar SMA/SMK Surabaya, dari keluarga tidak mampu, bisa diajukan untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.
Ia juga mengajak para pelajar untuk solider, membantu teman-temannya yang kesulitan biaya. Sekaligus menciptakan berbagai instrumen untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan di antara para pelajar.
Adi juga mengajak para pelajar mengikis kenakalan remaja, fenomena gengster. Serta menjaga dan memperkuat Surabaya sebagai kota besar yang toleran, menghargai berbagai perbedaan.
“Memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerja sama dalam masyarakat yang multikultural. Ini harus kita perkuat di semua lini,” kata dia.
Salah satu perwakilan pelajar Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro menyemangati generasinya, para pelajar kaum milenial. Ia mengajak untuk meningkatkan kemampuan diri, dan memperkuat solidaritas di antara para pelajar.
“Para pelajar yang tidak mampu, silahkan diinventarisir. Nanti kita ajukan kepada Pemkot Surabaya. Ini akan meringankan beban pembiayaan para pelajar dan keluarganya,” kata Aryo Seno Bagaskoro, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga.












