“Ya karena biar tahu, coba sekarang kalau kita bilang MBR berapa orang miskin yang tidak masuk MBR padahal kita menggunakan istilah MBR,” tambah Eri.
Wali Kota Eri juga menceritakan saat dirinya menempelkan stiker tersebut kerumah warga miskin.
“Saya pernah menempel dan bilang. Bu ngapunten saya menempel. Iya gak papa pak karena memang saya miskin,” tutur Eri.
Wali Kota Eri menegaskan, penempelan stiker keluarga miskin bukan untuk merendahkan namun, sebagai koreksi bagi pemerintah kota dan DPRD.
“Jadi, maka segera hilangkan dengan mengepaskan anggaran untuk warga miskin,” kata Wali Kota Eri.












