Selain itu, kata Hari, sayap partai yang dimiliki PDI Perjuangan juga sangat aktif. Saat sayap partai lain ngos-ngosan, sayap partai PDI Perjuangan berhasil mengembang untuk melakukan kaderisasi di kalangan anak-anak muda.
“Sayap partai ini bisa digunakan untuk menjadi ceruk kaderisasi anak-anak muda. Partai lain belum mampu menggarap ini dengan maksimal. Namun PDI Perjuangan mampu untuk itu,” ujarnya.
Hari juga menilai, PDI Perjuangan menjadi partai yang mampu dan konsisten merawat pemilih tradisionalnya. Pemilih yang memiliki ideologi nasionalis, pemilih yang diidentifikasi sebagai wong cilik.
“Hattrick PDI Perjuangan memenangkan Pilkada Surabaya selama tiga kali juga memiliki pengaruh besar. Sebab kepala daerah tersebut merupakan representasi PDI Perjuangan. Saat era Wali Kota Pak Bambang DH, dilanjut Bu Risma dan sekarang Wali Kota Eri Cahyadi sukses, maka akan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat terhadap PDI Perjuangan,” katanya.
Dengan tingginya elektabilitas PDI Perjuangan di Surabaya ini, Hari sangat meyakini pada Pemilu 2024 PDI Perjuangan akan menjuarai lagi di Surabaya. Bahkan akan jauh meninggalkan partai-partai lainnya.
“Secara nasional, PDI Perjuangan akan menang lagi. Begitu juga di Surabaya. Bahkan di Surabaya menangnya akan sangat tebal melebihi nasional,” pungkasnya.



