Hal itu dibuktikan, responden survei yang menyebut PDI Perjuangan sering turun ke warga masyarakat di berbagai tempat sebanyak 50,5 persen.
Ketiga, soal kampanye di media sosial (medsos). Hasil survei menunjukkan partai yang sering muncul di medsos juga PDI Perjuangan. Angkanya sebesar 55,5 persen.
“PDI Perjuangan sangat konsisten menggarap tiga hal ini. Yakni atribut, tim sukses dan kampanye di medsos. Konsistensi PDI Perjuangan menggarap dunia maya dan akar rumput inilah yang akhirya membuat elektabilitasnya sangat tinggi,” ungkapnya.
Selain faktor tersebut, lanjut Hari, masih hangat kedigdayaan gerakan mesin PDIP mempecundangi dalam Pilkada Surabaya 2020. Apalagi kandidat PDI Perjuangan, yakni Eri Cahyadi dan Armuji, menang telak di pemungutan suara. Ini membuat membuat mesin PDIP semakin mudah digerakkan setelah itu.
Terkait hasil survei itu, pemilih kaum muda yang jumlah mencapai 41,3 persen cenderung memilih PDIP. Hari mengatakan, hal itu tidak lepas dari strategi kampanye di medsos. PDI Perjuangan mampu masuk di kehidupan anak-anak muda yang sangat aktif di medsos.
“Saat televisi kurang diminati anak-anak muda dan lebih memilih gawainya, PDI Perjuangan berhasil masuk dan menggarap kampanye di medsos. PDI Perjuangan berhasil masuk dalam gaya hidup anak-anak muda, yang semua kebutuhannya bisa didapat melalui gawainya,” ujarnya.



