Alfiyatussolichah menyebutkan jika kondisi lantai 1 bangunan SD-SMP YPI Surabaya kondisinya juga rusak parah. Karena itu, setelah pertemuan ini, pihaknya akan fokus melakukan perbaikan lantai 1 sembari menyelesaikan IMB untuk pembangunan pada lantai 2.
“Karena memang lantai yang pertama rusaknya total, rayap dan sebagainya. Insyaallah kita akan kebut nanti. Intinya kegelisahan ini bisa selesai, alhamdulillah terjawab, pagi ini ada solusi dari Pak Wali Kota,” ujar Alfi, panggilan lekatnya.
Makanya, Alfi juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi karena telah mengajak duduk bersama mencarikan solusi atas permasalahan ini. Sebab, ia juga tidak ingin anak didiknya terus berlarut menjalani pendidikan dengan kondisi bangunan yang tidak layak.
“Saya berharap juga dengan ini, adik-adik bisa segera pindah ke tempat sekolah kita ini. Sehingga tidak berlama-lama lagi dan alhamdulillah pagi ini kami bertemu Pak Wali, saya matur nuwun (terima kasih) sekali,” tuturnya.
Nah, untuk mengakomodir sementara anak didiknya agar bisa tetap belajar di ruang kelas di lantai 1, pihaknya berencana menerapkan shift sekolah. Menurut Alfi, keputusan ini juga berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Surabaya dan Departemen Agama (Depag).
“Insyaallah nanti kita rapatkan, kita akan bentuk shift. Dengan jumlah belajar sekian dan ruang belajar sekian, memang diusulkan pengawas Diknas dan Depag untuk dibuat shift. Yang bersifat pengkayaan, elaborasi itu bisa tetap di rumah. Tapi yang materi utama itu tetap di kelas,” ungkap dia.












