“Seperti yang sudah diketahui bersama Pemkot Surabaya memberikan penyertaan modal yang cukup besar kepada BPR SAU untuk kredit lunak permodalan usaha. Ditambah alokasi 3 triliun rupiah untuk pemberdayaan UMKM. Hal ini harus bisa diakses dan dimaksimalkan oleh mereka,” imbuhnya.
Selain itu menurut Anas Pemkot Surabaya juga perlu mendirikan sentra-sentra UMKM jamu tradisional. Kehadiran pemerintah kota Surabaya terhadap keberadaan UMKM jamu tradisional sangat penting.
“Selain untuk memberdayakan UMKM jamu tradisional, juga untuk melestarikan warisan jamu tradisional yang diracik dari kekayaan alam Indonesia. Kementrian Kesehatan juga telah menyarankan untuk mengkonsumsi obat tradisional diantaranya jamu,” pungkasnya.












