Pria yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya itu menjelaskan pembinaan tersebut bisa dimulai dengan pembentukan kelompok tani tanaman boga untuk menghasilkan bahan baku jamu yang baik dan berkualitas.
Ia juga menambahkan, pelatihan-pelatihan pembuatan jamu tradisional yang sesuai dengan standart kesehatan, juga diperlukan kepada para pelaku UMKM tersebut.
“Mulai proses produksi sesuai standart kesehatan, lalu pengemasan dan teknik pemasaran untuk menarik minat konsumen. Tentunya ini juga diperlukan peralatan, permodalan, dan sumber daya manusia yang mumpuni,” jelas Anas.
Lebih lanjut Anas mengatakan, pemerintah kota Surabaya harus bisa berperan aktif terhadap kendala-kendala yang dihadapi para pelaku UMKM jamu tradisional, khususnya di bidang permodalan dan peralatan.












