Ditemani kudapan kacang rebus, ketela, kentang dan pisang rebus. Juga air mineral, kopi dan teh. Ada juga nasi rawon, menjadi gayeng situasi nobar dan cangkrukan kemarin.
“Kader-kader PDI Perjuangan senantiasa hadir di tengah rakyat. Menangis dan tertawa bersama rakyat. Seperti ketika warga masyarakat happy, menyaksikan final Piala Dunia,” kata Adi.
Suana yang semakin semarak tak ayal selain pengurus kampung, juga para sesepuh dan warga lain ikut menonton. Tak ketinggalan karang taruna, anak-anak muda kaum milenial. Semua berbaur menjadi satu, akrab dan guyub. Diselingi celetukan canda tawa, yang memancing humor.
“Saya jago Argentina. Panjenengan jago siapa, Mbah,” tanya Adi pada pria sepuh, bernama Mat Jari, sebelum pertandingan. “Saya Prancis,” katanya tak goyah. Ia sudah tinggal di kawasan itu 40-an tahun lamanya.
Tak lama kemudian datang sejumlah anak muda, Aryo Seno Bagaskoro, Ketua Taruna Merah Putih Surabaya. Mahasiswa Ilmu Politik Unair itu datang bersama rekan-rekannya, Kitaro dan Abraham Fide yang baru saja menyabet juara Wakil 1 Cak Surabaya tahun 2022, Nopember lalu.
“Ayo sini, semua duduk lesehan,” ajak Adi kepada Aryo Seno Bagaskoro dan kawan-kawan. Anak-anak yang energik itu segera duduk dan berbaur. “Saya ingin melihat Messi mengangkat Piala Dunia,” kata Seno Bagaskoro.












