“Kemudian penataan internal di birokrasi juga jalan demikian juga penataan pejabat juga berlangsung dengan baik. Sehingga, apa yang sudah diperbuat oleh walikota Eri Cahyadi berbuah pada penghargaan predikat A (Sangat Baik) reformasi birokrasi terhadap kota Surabaya,”urainya.
Selain itu semua, langkah efisien dan efektif yang ditempuh oleh Pemkot Surabaya sangat terasa contohnya yaitu, perampingan organisasi melalui perda SOTK. Kemudian penataan tupoksi dalam Raperda SOTK itu.
Awi lantas merincikan, misalnya dinas pemukiman perumahan diefektifkan ke Dinas PU Bina Marga. Kemudian mutasi pejabat, dengan gaya kepemimpinan walikota yang menitik beratkan pelayanan ditingkat kelurahan dan kecamatan sehingga banyak SDM yang dialihkan kesana.
Kemudian pelayanan adminduk misalnya, yang harus tuntas ditingkat kelurahan. Kemudian, kunjungan setiap staf kelurahan ke balai RW setiap seminggu 2 kali untuk memberikan pelayanan publik kemudian walikota beberapa kali berkantor di kelurahan dan balai RW kemudian setiap sabtu walikota menggelar sambat warga di balai kota.
“Sehingga pelayanan semakin ramping semakin lincah kemudian semakin terukur. dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat Surabaya,”pungkasnya.












