Dan berikutnya, kata pria yang akrab disapa Awi ini adalah tantangan untuk meningkatkan pelayanan publik. Karena, reformasi birokrasi itu nantinya berujung pada pelayanan publik yang semakin baik semakin cepat semakin responsif dan memberikan pelayanan yang semakin terjangkau.
“Dan saya juga melihat pemerintah kota melakukan pelayanan publik lewat pemanfaatan teknologi informasi jadi tidak dengan cara manual lagi. Dan saya juga melihat mall pelayanan publik semakin rapi. Tidak ada antrian yang menjemukan,” paparnya.
Masih kata Awi, kedepannya penghargaan predikat A (Sangat Baik) untuk reformasi birokrasi ini berujung pada pelayanan publik yang semakin baik. Sehingga, semakin memperlancar segala urusan di Surabaya.
“ ini bermuara pada tingkat kepuasan masyarakat semakin tinggi. Pelayanan ditingkat kelurahan kecamatan, dinas dan OPD ditambah puskesmas,” katanya.
Selain pelayanan publik, Awi juga menyebutkan bahwa Walikota yang sering turun kelapangan melakukan inspeksi mendadak terhadap kantor-kantor instansi pemerintahan dan kantor pelayanan publik.












