Data BPS menyebut inflasi year to year pada November untuk nasional 5,2 persen, sedangkan Jatim 6,62 persen. Sementara itu, years to date hingga November untuk nasional 4,82 persen dan Jatim 5,88 persen.
Penyumbang inflasi, kata Gus Fawait, terbesar adalah kelompok pangan, sepeti telur ayam ras, tomat, beras, tempe, tahu mentah. Naiknya sejumlah harga pangan tersebut disebabkan stok yang mulai menipis.
Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim itu yakin kebijakan pangan yang tepat dapat menekan laju inflasi di Indonesia dan Jatim.












