Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Dudi Harjantoro menjelaskan, pembagian venues merupakan hasil peninjauan KONI Jatim serta diskusi dengan cabor dan masing-masing daerah.
“Kami melihat sesuai sarana yang tersedia dan layak untuk digunakan. Termasuk terkait dengan akomodasi. Kenapa Sidoarjo banyak karena akomodasinya juga cukup, sedangkan tiga daerah lain kami beri 10 cabor karena venue dan akomodasinya terbatas,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/12/2022).
Keputusan tersebut juga termasuk pembagian venue untuk pembukaan dan penutupan. “Untuk pembukaan kita tempatkan di Sidoarjo dan penutupannya di Kabupaten Mojokerto karena berkaitan dengan kelayakan Stadion dan permintaan dari kepala daerah,” jelasnya.












